Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJan 24, '09 2:28 AM
for everyone
Saya memang penggemar komik superhero, khususnya terbitan DC Comics (no offense to Marvel). Tapi entah kenapa, dari dulu saya tidak suka Batman. Padahal, serial TV jadulnya, yang kalau pas adegan berantem muncul tulisan bak buk gede di layar, saya ikuti sebisa mungkin. Demikian pula serial televisi yang menceritakan generasi penerus Batman, Birds of Prey. Namun entah kenapa, Superman (pahlawan super favorit saya) tetap lebih segalanya di atas Batman. Kecuali uang tentunya, kan Bruce Wayne super kaya.

Tapi akhir-akhir ini opini tersebut mulai sirna. Tepatnya sejak menyaksikan film terbaru Batman: The Dark Knight, disusul dengan mengkoleksi komik-komik Batman untuk keperluan situs FreeComicDownload.Net. Momentum yang paling terasa adalah setelah mengikuti seri Batman Hush dan Batman R.I.P (masih berjalan dan bener-bener bikin penasaran).

Ternyata Batman gak kalah hebatnya dibanding Superman.

Lebih manusiawi sih yang jelas, ya secara dia memang manusia beneran, hehehe.

Perubahan opini ini pada dasarnya di-trigger oleh perubahan sudut pandang saya. Dari awal, berhubung sudah ilfil dengan si pahlawan Gotham, saya hampir tidak pernah membaca komik Batman (dan konco-konconya). Alhasil, sudut pandang saya hanya terbatas pada satu sisi saja.

Beruntungnya, hampir semua superhero punya jatah komik sendiri. Sehingga, dengan mengikuti seri komik masing-masing, kita bisa menilai kepribadian mereka secara obyektif. Ditambah lagi, event-event, baik di dunia DC maupun Marvel, selalu melibatkan lebih dari satu serial komik. Misalnya saja, Batman R.I.P yang melibatkan seri Batman Detective dan Robin.

Dunia bisnis tidak jauh berbeda. Apalagi bagi perusahaan saya yang salah satu kegiatan rutinnya adalah menyelenggarakan acara-acara seputar bisnis internet. Tidak jarang, konsep acara yang sudah dirancang jauh hari harus diubah (baca: disesuaikan) setelah sudut pandangnya saya "putar".

Biasanya, setelah mengadakan sebuah event, saya mengajak seluruh panitia (baik karyawan tetap maupun additional) untuk duduk bersama dan mendiskusikan acara yang telah berlangsung. Dari pertemuan tersebut, seringkali muncul ide-ide baru (ke arah pelaksanaan acara yang lebih tentunya) berdasarkan evaluasi yang kita lakukan. Dan ini berasal dari sudut pandang yang berbeda dibandingkan sebelum acara berlangsung.

Metode lain yang kita lakukan adalah dengan membagikan lembaran survey kepada peserta event. Dengan cara ini, kita dapat "masuk" ke dalam pikiran mereka dan selanjutnya mencoba merancang acara yang lebih baik, dari sudut pandang peserta.

Yah, menjalankan sebuah perusahaan memang sebuah dunia baru bagi saya. Dan sejauh ini, di balik segala permasalahannya, saya menikmatinya.

Saya sendiri juga pernah mengalami titik balik yang bernadi pada perubahan sudut pandang.

Mungkin ada yang masih ingat bahwa dulu saya sempat mengatakan tidak akan pernah mengadakan seminar maupun workshop yang berbayar (mahal). Pernyataan tersebut saya lontarkan dari sudut pandang saya yang sudah <em>merasa sukses</em> di bisnis internet dengan cara otodidak.

Ternyata saya cukup naif untuk membayangkan bahwa semua orang akan bisa pula sukses dengan cara belajar sendiri. Tanpa penuntun.

Alhasil, celah ini justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin menggemukkan kantong mereka sendiri. Untuk yang ini tidak perlu dijelaskan lebih detil, takut ada yang tersinggung, hehehe.

Setelah mengalami perubahan sudut pandang, saya mulai menyadari pentingnya diadakan seminar (yang benar) dan workshop (yang berbayar). Anda yang MERASA BISA belajar secara mandiri mungkin akan mencemooh, tapi yang mungkin tidak Anda sadari, di sekitar Anda, banyak sekali orang-orang yang butuh uluran tangan Anda secara langsung. Orang-orang yang juga ingin sukses dalam bisnis internet, seperti Anda. Orang-orang yang juga ingin memberikan kehidupan yang layak bagi dirinya sendiri dan keluarnya, seperti Anda.

Dan orang-orang itu tidak seberuntung Anda yang memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk belajar secara ototidak. Untuk yang satu ini, ya, mereka tidak seperti Anda.

Saat ini saya sama-sama menikmati, berbagi secara gratis maupun dalam konteks yang lebih profesional (baca: berbayar). Sebisa mungkin keduanya saya lakoni secara maksimal. Tapi entah kenapa, aura yang terpancar dari mereka yang datang ke acara berbayar lebih terasa positif dibandingkan yang datang ke acara gratisan.

Mungkin karena mereka adalah orang-orang yang lebih siap untuk masuk ke bisnis internet.

Atau mungkin ilmu deteksi aura saya yang belum mumpuni.

Akhir kata, tidak perlu gengsi dalam merubah pola pikir, pendapat, maupun opini, apabila Anda yakin, perubahan tersebut akan membawa Anda menjadi lebih baik dari yang sekarang. Satu contoh, saya melihat banyak teman-teman pebisnis internet yang berubah pola pikirnya setelah berkeluarga. Saya mendukung karena hal itu wajar saja, yang dulunya pemikirannya berasal dari sudut pandang pribadi, sekarang berasal dari sudut pandangnya dan istri / suami-nya. Yang penting, lakukan perubahan sebelum terlambat.

mia4457 wrote on Feb 16, '09
setuju dengan ungkapan tak perlu gensgsi dalam merubah pola pikir.....
Add a Comment